BREAKING NEWS

Mobile Banking Bank Jambi Tak Kunjung Pulih: Krisis Keamanan Siber atau Krisis Transparansi?

Oleh: Iin Habibi, Pengamat Kebijakan Publik* Lebih dari sekadar gangguan layanan digital, persoalan yang dialami Bank Jambi telah berkembang menjadi ujian besar terhadap tata kelola, keamanan siber, dan akuntabilitas sebuah bank milik daerah. Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian kapan layanan mobile banking dapat kembali beroperasi secara normal, sementara penjelasan yang diterima publik dinilai belum sepenuhnya menjawab berbagai pertanyaan mendasar. Persoalan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai masalah teknis. Ketika sebuah bank mengalami insiden siber yang berdampak pada layanan publik, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sistem teknologi informasi, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan tersebut. Publik juga berhak memperoleh penjelasan yang utuh mengenai insiden keamanan siber yang terjadi. Berbagai informasi yang beredar di ruang publik, termasuk mengenai dugaan kerugian bernilai sangat besar, memerlukan klarifikasi yang transparan dari pihak-pihak berwenang agar tidak terus memunculkan spekulasi. Dalam kondisi seperti ini, keterbukaan informasi menjadi bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat, bukan sekadar pilihan. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana sistem keamanan digital sebuah bank daerah dapat ditembus hingga menimbulkan gangguan yang berkepanjangan? Apakah standar keamanan informasi telah diterapkan secara memadai? Apakah sistem pengendalian internal, manajemen risiko teknologi informasi, dan mekanisme mitigasi serangan siber telah berjalan sebagaimana mestinya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak dijawab secara terbuka karena menyangkut kepentingan ribuan nasabah. Lebih jauh lagi, masyarakat juga berhak mengetahui sejauh mana hasil audit forensik digital yang pernah disampaikan sedang berjalan. Apabila audit telah selesai, sudah sepatutnya hasilnya diumumkan sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih berlangsung, publik perlu memperoleh pembaruan yang jelas mengenai progresnya. Transparansi seperti ini penting untuk memulihkan kepercayaan dan mencegah berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik (*good governance*), transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar. Sebagai bank pembangunan daerah yang mengelola dana masyarakat dan berperan strategis dalam perekonomian Provinsi Jambi, Bank Jambi memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk menjelaskan secara terbuka langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan dalam memulihkan sistem serta memperkuat keamanan digital. Peristiwa ini juga harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola teknologi informasi. Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh organ pengawas internal perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem keamanan siber, kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, hingga efektivitas manajemen risiko. Apabila ditemukan adanya kelalaian atau kelemahan tata kelola, maka harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat Jambi tidak hanya membutuhkan layanan mobile banking yang kembali normal. Mereka membutuhkan kepastian bahwa sistem yang digunakan benar-benar aman, bahwa setiap kelemahan telah diperbaiki, dan bahwa terdapat akuntabilitas yang jelas atas insiden yang terjadi. Kepercayaan publik merupakan aset terbesar sebuah bank. Sekali kepercayaan itu runtuh, memulihkannya jauh lebih sulit daripada membangun kembali sebuah sistem teknologi. Oleh karena itu, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan mengaktifkan kembali aplikasi mobile banking. Yang jauh lebih penting adalah membangun kembali keyakinan masyarakat melalui keterbukaan, profesionalisme, dan pertanggungjawaban yang jelas. Bank Jambi tidak boleh membiarkan publik terus hidup dalam ketidakpastian. Semakin lama jawaban tertunda, semakin besar ruang bagi spekulasi. Sudah saatnya seluruh fakta yang dapat disampaikan kepada publik dijelaskan secara terbuka, sehingga masyarakat memperoleh kepastian, bukan sekadar janji.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar