Malam Penuh Silaturahmi, Cek Endra Bersama Dua Ulama Kharismatik Hadiri Jamuan di Rumah Dinas Wabup Sarolangun
SAROLANGUN — Pertemuan sejumlah tokoh ulama dan tokoh daerah berlangsung dalam suasana penuh keakraban menjelang pelaksanaan Haul ke-23 KH. Muhammad Salek (Buya Salek) dan Haul ke-7 KH. Muhammad Arifin Ilham di Kabupaten Sarolangun.
Dua ulama kharismatik, KH. Al Mubarak, pimpinan Pondok Pesantren Hafiz Qur’an Al Mubarak, serta KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf, pimpinan Majelis Az-Zikra, Sentul, Bogor, hadir dalam jamuan makan malam bersama sejumlah tokoh di Rumah Dinas Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Drs. H. Cek Endra, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, serta Drs. H. Lukman, M.Pd, Ketua Yayasan Buya Salek. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan, namun memiliki makna penting karena digelar sehari menjelang agenda haul yang menjadi salah satu kegiatan keagamaan besar di Kabupaten Sarolangun.
Kehadiran para ulama dan tokoh tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi sebelum pelaksanaan Undangan Terbuka Peringatan Wafatnya (Haul) yang akan digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai bertempat di Ponpes Tahfizul Qur’an Buya K.H. Muhammad Salek, Desa Penegah, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun.
Haul tahun ini menjadi istimewa karena tidak hanya memperingati 23 tahun wafatnya KH. Muhammad Salek atau Buya Salek, ulama besar yang dikenal luas di Kabupaten Sarolangun, tetapi juga dirangkaikan dengan Haul ke-7 KH. Muhammad Arifin Ilham.
Selain rangkaian haul, kegiatan tersebut juga diisi dengan Do’a dan Dzikir Akbar Murobbi. Kehadiran KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf dari Majelis Az-Zikra, Sentul, Bogor, sebagai penceramah utama diperkirakan akan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Pertemuan di rumah dinas Wakil Bupati Sarolangun pun menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama, tokoh masyarakat dan tokoh daerah. Kehadiran Cek Endra bersama Gerry Trisatwika dan Drs. H. Lukman menunjukkan adanya perhatian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan serta tradisi mengenang jasa para ulama di Sarolangun.
Buya Salek sendiri dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh dalam perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Sarolangun. Peringatan haul menjadi momentum bagi keluarga besar pesantren, para santri, alumni dan masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan, keteladanan serta mendoakan para ulama yang telah mendahului.
Sementara itu, rangkaian kegiatan yang turut mengenang KH. Muhammad Arifin Ilham juga mempertemukan semangat dakwah, dzikir dan silaturahmi dalam satu majelis. Hal ini menjadikan Haul Buya Salek tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya para ulama dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman.
Besok, perhatian masyarakat Sarolangun akan tertuju ke Ponpes Tahfizul Qur’an Buya K.H. Muhammad Salek di Desa Penegah. Para ulama, tokoh masyarakat, santri dan jamaah akan berkumpul dalam satu majelis untuk mengenang Buya Salek ke-23, mengenang KH. Muhammad Arifin Ilham ke-7, serta mengikuti Do’a dan Dzikir Akbar Murobbi.
Sebuah pertemuan sederhana di meja makan malam ini pun menjadi pembuka sebelum berlangsungnya sebuah majelis besar yang mempertemukan ulama, tokoh daerah dan masyarakat dalam semangat silaturahmi serta mengenang perjuangan para ulama.
